Contoh desain Kaos atau Jemper PSHT terbaru, dengan format mentahan berupa Corel Draw. Gambar sebagai berikut, beserta link untuk downloadnya. Gratis buat dulur-dulur semuanya.
Contoh desain Kaos atau Jemper PSHT terbaru, dengan format mentahan berupa Corel Draw. Gambar sebagai berikut, beserta link untuk downloadnya. Gratis buat dulur-dulur semuanya.
Contoh desain Kaos atau Jemper PSHT terbaru, dengan format mentahan berupa Corel Draw. Gambar sebagai berikut, beserta link untuk downloadnya. Gratis buat dulur-dulur semuanya.
Contoh desain Kaos atau Jemper PSHT terbaru, dengan format mentahan berupa Corel Draw. Gambar sebagai berikut, beserta link untuk downloadnya. Gratis buat dulur-dulur semuanya.
Logo Persaudaraan Setia Hati Terate, vector dengan format Corel Draw dan PNG. Siap untuk cetak sablon maupun bendera, banner dan lain-lain. Untuk download format Corel Draw, bisa klik link di bawah ini :
Ada
kesalahan fatal masyarakat kita, khususnya kalangan industri; baik
pencipta lagu, penyanyi dan label; dalam hal memahami lagu religius.
Mereka beranggapan bahwa lagu religius (ada yang menyebut istilah ‘lagu
rohani’) adalah jenis aliran musik tertentu –berbau musik arab, melayu, padang pasir atau gospel—dengan lirik
yang menyebut nama Tuhan, Malaikat, Hari Akhir atau untaian ayat-ayat
Kitab Suci. Juga dalam momentum waktu peluncuran atau menyanyikannya
pada saat-saat tertentu. Bagaikan musim; kemarau, hujan, ramadhan,
lebaran, natal, imlek…
Padahal dalam pemahaman keagamaan
–-religiusitas— agama apapun; dari sejak bangun tidur, buang air besar,
cuci piring, mencari nafkah, sampai ke liang lahat adalah pekerjaan
agama. Ironisnya, pelantun-pelantun shalawat-pun tidak memahami hal ini.
Mereka mengikuti arus industri, setiap menjelang ramadhan bekerja keras
merampungkan ‘album religi’ untuk pada saatnya nanti di-launch ke
pendengar.
Kehadiran Letto, band yang bermarkas disebuah gang,
Gang Barokah, Kadipiro, Bantul, Jogjakarta; mematahkan pemahaman itu.
Mereka menolak keras membuat album religi dengan pemahaman yang sesat
itu.
Dalam satu wawancara dengan sebuah májalah internasional
terbitan Indonesia, Noe, vokalis Letto, ketika ditanya; mengapa Anda
tidak menjadi penyanyi tembang religi, mengungkapkan:
“Karena
kita tidak percaya dengan lagu religius. Kalau ada lagu religius berarti
ada lagu tidak religius dong. Padahal semua hal menurut kita bisa
diambil sisi religiusnya. Mau ngomong kambing sampai tai sapi, semuanya
bisa religius juga. Bukan lagunya, tapi bagaimana kita mengambilnya.” Letto,
yang digawangi empat anak muda; Noe (vokalis, penulis syair, keybourd);
Patub (guitar); Arian (bass) dan Deddy (drum); jauh-jauh hari bertekad
membuat musik yang apik, dengan syair-syair yang jelas membawa pesan;
meskipun vokal Noe yang biasa-biasa saja. Soal vokal ini secara jujur
diakui sendiri oleh Noe bahwa ia menjadi vokalis adalah sebuah musibah.
Ia menjadi korban. Teman-temannya tidak ada yang mau jadi vokalis,
terpaksa menjadi terdakwa.
Dalam suatu wawancara radio, baru-baru
ini, Noe membuka rahasia, yang selama ini ditutup rapat. Bahwa dalam
album terbarunya “Lethologica” terdapat satu lagu untuk iblis. Hah…!!!
Apakah
lagu yang diciptakan untuk iblis termasuk lagu religi? Benar-benar
gila. Jelas, kalau mengikuti arus pemahaman ‘lagu religi’ yang selama
ini kita kenal, lagu itu termasuk ‘tembang setan.’ Bukan lagu religi.
Masa iblis dibikinkan lagu.
Lagu iblis ini berjudul: “Kepada Hati
Itu.” Iblis mengungkapkan hatinya yang terdalam, ia bertugas mengganggu
manusia, namun manusia ini terlalu kuat. Ia selalu berserah diri pada
Tuhan.
Kepada Hati Itu
Kerasnya hatimu aku tak mampu Aku tak mau memintanya Betapa diriku terus mencoba Tapi merasa ku tak berdaya
Sepanjang waktumu, tak kau biarkan Tak kau lepaskan keinginanmu Mencoba bertahan dari hatiku Keinginanku memilikinya
Kepada hati itu aku terlena Dimana kau berada, aku terbawa Kepada hati itu ku terus mencoba Dimana kau berada, engkau milik-Nya
Harumnya nafasmu sangat sejuk Sangat pantas di jiwamu Begitu terasa lapar dahaga Kasih dan cinta yang kau punya
Kepada hati itu aku terlena Dimana kau berada, aku terbawa Kepada hati itu ku terus mencoba Dimana kau berada, engkau milik-Nya
Kepada hati itu aku terlena Dimana kau berada, aku terbawa Kepada hati itu ku terus mencoba Dimana kau berada, engkau milik-Nya
Kepada hati itu aku terlena Dimana kau berada, aku terbawa Kepada hati itu ku terus mencoba Dimana kau berada, engkau milik-Nya
Kalau
saja Noe tidak membuka rahasia itu, kita berpikiran dan menafsirkan
bahwa lagu ini lagu cinta biasa, ungkapan seseorang terhadap kekasihnya,
yang hatinya belum menerima cintanya.
Sebagaimana lagu “Sandaran
Hati” dalam album pertama Letto. Sandaran hatinya adalah antara manusia
yang dimabuk asmara dengan kekasihnya (dengan ‘nya’ kecil). Enam bulan
berikutnya orang baru ‘ngeh’ bahwa lagu ini semacam doa sang hamba
dengan Sang Kekasih (Tuhan). Segala permasalahan kehidupan bersandar
lepada Tuhan.
Dalam album kedua, Sebelum Cahaya, orang juga
dibebaskan menafsirkan, apa kandungan terdalam syair lagu tersebut.
Sampai akhirnya ada yang menyebut bahwa ini adalah cerita tentang
ketekunan seorang hamba yang menjalankan shalat malam. Sekali lagi orang
bebas menafsirkan.
Emha Ainun Nadjib, ayahnya Noe, puluhan tahun
lalu telah menulis puisi “Jalan Sunyi.” Ada kalimat yang hampir mirip
pada lagu Sebelum Cahaya, yaitu “perjalanan sunyi.” Maka tidak heran ada
yang mengutak-atik-gatuk bahwa lagu ini diperuntukkan ayahndanya
tercinta.
Karena perjalanan Emha adalah perjalanan sunyi, sangat
jarang orang yang mau menempuhnya. Perjalanan sendiri. Dengan setia,
meski tidak jarang difitnah, dicekal, Emha tetap berjalan. Terus
berjalan. Hal ini disadari betul oleh Emha sejak muda. Maka ketika anak
pertamnya lahir dinamai: Sabrang Mowo Damar Panuluh. Berjalan di atas
bara api dengan membawa obor sebagai penerang jalan kemanusiaan. Itu
yang dilakukan Emha sampai sekarang, dan sang anak berjanji akan setia
menemani.
_________________ mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam menulis lirik, karena cd dari mas Noe, yang terdapat lirik lagu, tertinggal di luar kota. mohon diralat. (srr)